SIDRAP – Kerukunan dan persatuan menjadi pesan penting dalam peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Melalui Kemah Kerukunan dan Pentas Seni, ratusan santri dari berbagai pondok pesantren diajak memaknai keberagaman sebagai kekuatan untuk menjaga keutuhan bangsa.
Lapangan Bojoe, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, menjadi ruang pertemuan para santri dalam kegiatan yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", Selasa (20/10/2026) malam.
Tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, kemah kerukunan tersebut menghadirkan pesan bahwa persatuan harus tumbuh dari kehidupan sehari-hari. Toleransi, persaudaraan, dan sikap saling menghargai menjadi nilai penting di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda yang hadir bersama Bupati dan Wakil Bupati Sidrap memandang momentum Hari Santri sebagai ruang untuk memperkuat hubungan antarelemen masyarakat.
"Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, serta semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Indra.
Pesan tersebut relevan dengan tantangan kehidupan sosial saat ini. Sebab, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, melainkan membutuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Melalui pentas seni, para santri juga memiliki ruang untuk memperlihatkan kreativitas dan potensi mereka. Seni menjadi salah satu medium untuk menyampaikan pesan kebersamaan sekaligus mempertemukan beragam latar belakang dalam suasana persaudaraan.
Lebih jauh, santri memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Selain memperdalam ilmu agama, generasi pesantren diharapkan mampu mengambil bagian dalam kehidupan sosial, menjaga nilai kebangsaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Peringatan Hari Santri 2026 di Sidrap pun membawa pesan bahwa cita-cita Indonesia Emas tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang mampu menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan berdiri dalam semangat persatuan. (*)