SIDRAP – Kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menjaga keamanan, tetapi juga dari cara setiap anggota memperlakukan warga yang membutuhkan bantuan. Pelayanan yang mempersulit, penyalahgunaan kewenangan, hingga perilaku tidak profesional dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda saat bertemu dengan personel Polsek Pitu Riase di Mapolsek Pitu Riase, Rabu (28/10/2026).
Indra menegaskan, setiap anggota kepolisian harus menjaga integritas dan tidak menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, kedisiplinan bukan sekadar persoalan kepatuhan terhadap aturan internal, melainkan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa perilaku seorang anggota dapat berdampak langsung terhadap penilaian publik terhadap institusi Polri.
"Saya tekankan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin dan integritas. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, hindari segala bentuk pelanggaran, serta jangan pernah menyalahgunakan kewenangan yang telah dipercayakan kepada kita," tegas Indra.
Selain integritas, kualitas pelayanan juga menjadi perhatian. Masyarakat yang datang ke kantor polisi, menurutnya, harus memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, ramah, transparan, dan adil tanpa membedakan latar belakang.
Polisi, kata Indra, seharusnya menjadi tempat masyarakat mencari perlindungan dan menyampaikan persoalan, bukan justru menghadirkan rasa takut ketika warga membutuhkan bantuan.
Ia meminta setiap personel mendengarkan keluhan masyarakat secara terbuka serta memberikan solusi berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
"Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layani masyarakat dengan hati, bersikap humanis, dengarkan setiap keluhan dan aspirasi, serta berikan solusi sesuai dengan ketentuan hukum. Jangan sampai masyarakat merasa takut atau dipersulit ketika membutuhkan pelayanan kepolisian," ujarnya.
Kepercayaan Publik Berawal dari Perilaku Anggota
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin terbuka dan profesional, perilaku personel di lapangan menjadi salah satu ukuran penting dalam menilai kualitas institusi kepolisian.
Karena itu, Indra juga mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan institusi melalui sikap dan tindakan yang dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Soliditas internal serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dinilai turut menentukan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Ia turut menekankan pentingnya menjalankan delapan program prioritas dan Quick Wins Kapolri sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Jaga marwah institusi di mana pun bertugas. Ingat, setiap tindakan dan perilaku personel akan berdampak terhadap citra Polri. Mari kita tunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta selalu mengedepankan kepentingan masyarakat," tutupnya.
Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui slogan atau seruan kedisiplinan. Publik membutuhkan bukti nyata melalui pelayanan yang tidak diskriminatif, sikap yang menghargai warga, serta keberanian anggota menjaga integritas dalam menjalankan kewenangannya.